sumber-sumber keuangan
Akuntansi keuangan
1. Sumber-sumber
keuangan perusahaan
2. Sistem
dan prosedur penganggaran perusahaan
3. Pasar
uang dan pasar modal
4. Penganggaran
modal
5. Nilai
waktu uang
1. Sumber-sumber keuangan perusahaan
Sumber-sumber
Keuangan Perusahaan Berbisnis apapun pasti butuh modal, berapa pun jumlahnya
itu. Permodalan sering menjadi kendala utama yang menghambat dalam membangun
bisnis, baik itu kurang modal atau bahkan tidak punya modal sama sekali. Memang
tidak mudah untuk menentukan sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan
usaha. Karena ada beberapa alternatif sumber pembiayaan usaha yang ada, namun
yang perlu diketahui adalah bagaimana cara mendapatkan serta mengelolanya
dengan baik. Berikut adalah sumber-sumber keuangan/permodalan dalam suatu
perusahaan.
a.
Dana SendiriMenggunakan dana sendiri paling banyak
dilakukan oleh pengusaha dalam memodali usahanya. Pemakaian dana ini
dimungkinkan bila memiliki simpanan uang tunai di bank.Dengan dana pribadi ini,
kita bisa lebih fleksibel dalam pemakaian jumlah dana sewaktu-waktu, serta
bebas mengalokasikan dana sesuai dengan keputusan sendiri. Sekaligus akan
terbebasdari bunga, pemotongan keuntungan dan tidak perlu membagi hasil dengan
pihak lain.Meskipun demikian terkadang menggunakan dana sendiri juga memilki
kelemahan seperti kurangnya kontrol dalam pemakaian dana, lalai dalam
pencatatan keuangan, dan bila merugi maka harus menanggung kerugian sendiri.
b.
Dana pinjamanJika anda tidak mempunyai simpanan
dana pribadi dan kekurangan dana, maka alternatif lainnya adalah dana pinjaman.
Berikut ini adalah berbagai macam alternatif dana pinjaman (terutama kredit
perbankan) :
1)
Kredit UsahaKredit usaha pada berbagai Bank
dikemas dengan nama yang berbeda. Kredit usaha diberikan sesuai dengan jenis
usaha masing-masing. Biasanya kredit usaha perbankan dibedakan menjadi kredit
investasi dan kredit modal kerja, atau mungkin juga gabungan keduanya. Bagi
pengusaha yang hendak mengambil fasilitas kredit ini harus mempelajari dan
memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Dianjurkan untuk mencari kredit usaha
pada bank yang mendukung UKM dan Bank pemerintah, mengingat suku bunga yang
rendah
2)
Kredit Tanpa Agunan (KTA)Beberapa lembaga
perbankan meluncurkan program Kredit Tanpa Agunan (KTA), yaitu kredit
perorangan yangtidak menggunakan agunan sebagai jaminan untuk keperluan
konsumtif. Untukpara pemula usaha, kredit ini dapat menjadi salah satu sumber
pendanaan bagi yang tidak memerlukan kredit dalam jumlah besar. Umumnya kredit
yang diberikan berkisar 5 juta sampai maksimal 150 juta, dengan jangka waktu yang
beragam. Bagi yang ingin mendirikan usaha baru mungkin akan kesulitan
mendapatkannya. Namun jika anda masih berprofesi sebagai karyawan, maka anda
bisa menggunakan profesi tersebut untuk mendapatkan kredit ini guna membangun
usaha.
3)
Kredit BPR (Bank Perkreditan Rakyat)Fasilitas
kredit dari BPR relatif lebih mudah persyaratan dan prosesnya dibandingkan di
bank umum. BPR melayani orang-orang yang butuh pendanaan usaha, terutama UKM,
dengan sistem dan persyaratan yang cenderung mudah. Tapi harus diingat tingkat
bunganya cenderung lebih tinggi dari bank umum, dengan jangka waktu yang
relatif lebih singkat.
4)
Leasing atau Lease BackLeasing ialah program
pendanaanyang diberikan oleh suatu lembaga keuangan yang berbentuk perusahaan
pendanaan, dimana pinjaman tersebut diberikan tidak berupa uang tunai, namun
berupa pembelian aset bergerak perusahaan seperti kendaraan bermotor.Sedangkan
lease back adalah pinjaman yang diberikan pada usaha yang membutuhkan dana
tunai dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor yang dimiliki.
5)
Perum PegadaianSuatu lembaga keuangan yang
dimiliki pemerintah untuk menyalurkan pinjaman dengan jaminan barang
tertentu,dengan tingkat bunga yang relatif rendah dan dihitung per 2 mingguan.
Anda bisa memilih produk pegadaian yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan
usaha, seperti KCA (Kredit Cepat Aman), Krasida (Kredit Angsuran Sistem Gadai),
ataupun Kreasi (Kredit Angsuran Sistem Fiducial).
6)
KoperasiKoperasi yang menyalurkan pendanaan adalah
koperasi kredit (Kopdit) ataupun KSP (koperasi simpan pinjam). Umumnya
persyaratan yang diperlukan adalah anda harus menjadi anggota dari koperasi
tersebut. Dengan menjadi anggota dan melakukan simpanan, maka anda berhak untuk
mendapatkan fasilitas kredit. Sebab pada umumnya, koperasi hanya melayani
kredit bagi anggotanya saja.
7)
Pinjaman BUMNDana yang digunakan sebagai pinjaman
dari BUMN adalah dana kemitraan yang sebagian berasal dari laba perusahaan yang
disisihkan untuk pengusaha kecil. Program dana kemitraan ini disebut juga
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN. BUMN yang memiliki program
kemitraan ini antara lain PT Jamsostek, Pertamina, PT GAs Negara, dan
sebagainya. Untuk informasi ini dapat dicari di Kementrian BUMN)h. Pinjaman
DepartemenPemerintah juga memberikan program kredit usaha kecil melalui beberapa
departemen. Ada tiga departemen yang mempunyai fasilitas pembiayaan untuk UKM,
yaitu DepartemenPertanian, Departemen Koperasi dan Departemen Perindustrian.
Khusus untuk usaha rumah makan, departemen yang memungkinkan untuk memberikan
pinjaman adalah Departemen Koperasi.
c.
Dana Gabungan Usaha (joint)Kalau memiliki teman
atau kerabat yang berpotensi memiliki dana lebih dapat dinegosiasikan untuk
ikut serta menjadi pemodal dalam jumlah besar ataupun sebagian kecil dari
bisnis anda. Usahakan membuat perencanaan konsep rumah makan yang matang lalu
lakukan presentasi dan kemudian negosiasikan mengenai kebutuhan modal, jumlah,
jangka waktu, dan pembagian hasil dari keuntungan usaha setiap bulannya. Jangan
lupa untuk membuat daftar nama relasi yang potensial sebelumnya, untuk
mendapatkan peluang pinjaman yang lebihbesar.Poin yang terpenting dan harus
diingat adalah perhitungkan secara matang jumlah modal yang dibutuhkan, dan
kemudian pertimbangkan keuntungan dan kelemahan dalam memilih sumber pendanaan
dari luar. Jangan canggung untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai
sumber pendanaan yang anda inginkan. Jangan sampai usaha anda baru berjalan
tetapi sudah terbebani dengan tingkat bunga yang tinggi.
2. Sistem dan prosedur Penganggaran dana
perusahaan
Pembelanjaan
adalah sutau usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk
mendapatkan dana, bagaimana mendapatkan dana, bagaimana menggunakan dana, dan
bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan.Jadi pada prinsipnya,
pembelanjaan itu menyangkut fungsi perusahaan yang berkaitan dengan pencarian
dan penggunaan dana secara efektif dan efisien.
Keputusan
tentang sumber dana yang paling baik dan bagaimana dana tersebut harus
digunakan, merupakan fungsi yang paling pokok
bagi manajer keuangan atau manajer pembelanjaan perusahaan.
Secara ringkas dapat dikatakan bahwa manajer keuangan itu bertanggung jawab
baik mengumpulkan maupun mengeluarkan uang. Ia harus mempunyai sejumlah dana
untuk membeli dan membayar suatu rekening. Ia juga harus dapat menilai beberapa
alternatif sumber dana untuk menentukan salah satu yang dianggap paling
ekonomis.
Didalam
perusahaan harus dipelihara adanya keseimbangan yang menguntungkan untuk
mendukung perkembangannya. Keseimbangan tersebut terjadi antara kekayaan
(aktiva lancar dan aktiva tetap) di satu pihak dengan utng dan modal (pasiva)
di lain pihak, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Keseimbangan
kuantitatif adalah keseimbanagan nilai rupiah atara kekayaan dengan utang dan
modal yang memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu. Sedangakan keseimbangan
kualitatif merupakan keseimbangan antara elemen-elemen kekayaan dengan
elemen-elemen utang dam modal perusahaan.Penggunaan DanaMetode penggolongan
untuk penggunaan dana ini dibagi menjadi dua, yaitu penggunaan jangka pendek
dan penggunaan jangka panjang. Penggunaan jangka pendekdapat ditujukan sebagai
aktiva lancar. Aktiva dapat diartikan sebagai elemen kekayaan dan jangka pendek
menunjukkan bahwa elemen-elemen tersebut diharapkan dapat ditukarkan menjadi
uang tunai/kas dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun. Dana jangka
pendek ini sangat penting kegiatan perusahaan sehari-hari, sekaligus
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar. Investasi yang paling besar
dalam perusahaan pada umumnya berbentuk aktiva tetap yang merupakan investasi
jangka panjang. Ini berarti bahwa penggunaan jangka panjang tersebut meliputi
elemen-elemen yang tidak dapat ditukarkan dalam bentuk kas selama periode satu
tahun, seperti tanah, pabrik, dan peralatan.
Penggunaan
Dana Jangka Pendek :
1.
Kas adalah Sejumlah dana yang
ada dalam perusahaan diwujudkan dalam bentuk kas, terutama untuk membayar gaji
dan rekening-rekening lainnya. Dari sejumlah kas yang dipegang oleh manajer,
tidak selruhnya berwujud uang tunai, tetapi berwujud cek yang setiap saat dapat
diuangkan di bank. Dalam pengelolaan kas terdapat suatu prinsip umum yang harus
dipegang oleh manajer. Prinsip tersebut adalah meminimumkan jumlah kas yang
diperlukan untuk kegiatan perusahaan dan memaksimumkan jumlah dana untuk
investasi yang dapat menghasilkan bunga. Tugas manajerkeuangan yaitu mengetahui
aliran kas dan anggaran kas. Manajer keuangan bertanggung jawab membuat
kepastian bahwa kas selalu tersedia bilaman diperlukan dan memanfaatkan kas untuk
memaksimumkan pendapatan bunga.
2.
Surat-surat BerhargaManajer
keuangan yang sedang memelihara keseimbangan antara likuiditas dan
profitabilitas mempunyai alternatif untuk cenderung memegang jumlah kas yang
lebih besar, ia dapat menginvestasikan kas tersebut ke dalam surat-surat
berharga yang dapat mengfashilkan bunga. Salah astu jenis surat berharga yang
banyak beredar di Indonesia adalah sertifikat deposito (certificates of
deposit). Sertifikat deposito merupakan tanda bukti kewajiban membayar yang dikeluarkan
oleh bank komersial. Jumlah uang dan jangka jatuh temponya berbeda-beda.
3.
PiutangUntuk mempertahankan
pembeli-pembeli yang ada dan untuk menarik pembeli baru, banyak perusahaan yang
memberikan atau mengenakan pembayaran secara kredit kepada mereka. Jadi, bagi
perusahaan piutang ini sering terjadidari adanya penjualan kredit kepda pembeli
yang jumlahnya dapat mencapai 20% dari seluruh aktiva.
4.
PersediaanBagi perusahaan yang
memelihara sejumlah persediaan barang untuk memenuhi permintaan pembeli secara
cepat, harus mempunyai sejumlah investasi di situ. Investasi tersebut dapat
dilakukan secara terus menerus dalam bentuk persediaan bahan, persediaan barang
dalam proses atau barang setengah jadi dan persediaan barang jadi.
Penggunaan Dana Jangka Pnjang Untuk
perusahaan manufaktur, sebagaian besar investasinya pada umumnya diwujudkan
dalam bentuk aktiva tetap jangka panjang. Ini diperlukan untuk mengolah bahan
menjadi produk jadi.
Aktiva tetap tersebut dapat berupa :
1.
Tanah yang dimiliki oleh
perusahaan merupakan aktiva tetap dengan jangka waktu yang tidak terbatas. Luas
tanah ini tidaka akan berpengaruh pada pajak pendapatanmeskipun dapat dikenai
dengan pajak yang lain.
2.
Bangunan yang dimiliki oleh
perusahaan harus ditentukan umurnya. Kemudiaan perusahaan harus menyisihkan
sejumlah dana setiap tahun dari penghasilannya. Pada saat bangunan tersebut
habis umurnya, perusahaan dapat membeli bangunan baru yang sama dengan
menggunakan dana yang sudah berkumpul sekian tahun.
3.
Peralatan yang dimiliki
peruashaan berupa mesin, alat angkut, dan peralatan lainnya yang dipakai dalam
produksi. Semua peralatan tersebut juga perlu disusutkarena daya gunanya
semakin lama semakin berkurang dan penyusutan ini akan berpengaruh pula pada
pembayaran pajak pendapatan.Analisis Investasi Ktiva TetapSetiap investasi dana
perusahaan ke dalam aktiva tetap memerlukan suatu analisis. Analisis tersebut
bertujuan melihat apakah investasi itu dapat memberi kontribusi yang cukup baik
terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
Terdapat tiga metode analisis investasi
yaitu :
a. Metode
net present value (NPV)
b. Metode
internal rate of return (IRR)
c.
Metode pay off period (POP)
Dua
metode pertama, net present value dan internal rate of return mengukur
efisiensi investasi dai aspek penggunaan uang, sedang metode ketiga, pay off
period mengukur efisiensi dari aspek waktu. Metode net present value dan
internal rate of return dalam penerapannya dipakai konsep time value of money.
Konsep bunga berbunga dari uang yang ditanamkan merupakan basis dari masalah
time value of money ini.Berdasarkan konsep berbunga ini, bila waktu berjalan
nilai uang akan semakin bertambah.
Sebagai
contoh, kita mempunyai uang Rp 100.000,00 bila tingkat bunga sebesar 15% per
tahun, maka nilai uang setahun mendatang akan menjadi sebesar Rp 115.000,00
padatahun kedua nilai uang itu akan menjadi Rp 132.250,00.Masalah time value of
money dipengaruhi oleh tiga faktor.
Faktor-faktor
tersebut adalah :
a. Nilai
uang pada saat ini (present value)
b. Nilai
uang yang akan datang
c. Tingkat
bunga (tingkat of return)
Sumber
Dana Jika ditinjau dari asalanya, sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi 2
golongan besar, yaitu :
1. Berasal
dari dalam perusahaan. Pembelanjaan dengan sumber dana dari dalam perusahaan
ini disebut pembelanjaan intern, yang meliputi :
• Penggunaan
laba perusahaan
•
Penggunaan cadangan
•
Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan
2. Berasal dari luar perusahaan. Pembelanjaan
dengan sumber dana dari luar perusahaan ini disebut pembelanjaan ekstern, yang
meliputi:
•Dana
dari pemilik. Dana ini biasanya diwujudkan dalam bentuk saham dan
pembelanjaannya disebut pembelanjaan sendiri.
•Dana
dari utang/pinjaman yang dapat berupa utng jangka pendek dan utang jangka
panjang.Pemihan Sumber DanaAda dua sumber dana yaitu dari dalam perusahaan dan
dari luar perusahaan. Berikut beberapa kelebihan dan kelemahan dari keduasumber
dana tersebut.
•Dari
dalam perusahaan
Kebaikan
:
1)
Dapat digunakan sewaktu-waktu
2) Tidak
ada kewajiban membayar bunga
3) Tidak
ada kewajiban mengembalikan
Kelemahan
:
1) Jumlah
dana sangat terbatas
2) Perusahaan
dihadapkan pada pilihan untuk digunakan sendiri atau digunakan untuk hal lain
yang lebih menguntungkan.
•Dari
luar perusahaan
Kebaikan
:
1) Jumlah
dana tidak terbatas
2) Dapat
diperoleh dari berbagai sumber
3) Bersifat
fleksibel
Kelemahan
:
1) Perusahaan
dikenakan beban utang dan dividen untuk saham
2) Ada
kewajiban untuk mengembalikan utang.
Masalah
pemilihan sumber dana yang harus diatasi oleh perusahaan adalah mngusahakan
keseimbangan agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Beberapa alternatif yang dapat
dipilih adalah :
·
Menggunakan dana intern saja
·
Menggunakan dana ekstern dengan
menjual saham
·
Menggunakan dan ekstern
denganmencari pinjaman/kredit
·
Menggunakan dana ekstern dengan
menjual saham dan mencaripinjaman
·
Menggunakan dana intern dan
eksternSumber Dana Intern
Cara
yang paling mudah memenuhi kebutuhan dana perusahaan adalah dengan cara
mengambil dana yang sudah tersedia di perusahaan. Tetapi dana intern ini
biasanya sangat terbatas. Jika digunakan sendiri kurang menguntungkan, dana
intern ini dapat diinvestasikan pada sektor lain seperti pembelian saham atau obligasi
dari perusahaan lain. Apabila perusahaan menghadapi masalah seperti itu,
pemecahannya dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip opportunity cost yaitu
dengan memberikan beban bunga pada dana milik sendiri yang dipakai sendiri. Sumber
Dana Ekstern Pada umumnya kredit dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu :
1)
Kredit jangka pendek adalah kredit yang jangka
waktunya tidak lebih dari satu tahun. Termasuk kredit jangka pendek ini adalah
:
•
Kredit rekening Koran• Kredit belening
•
Kredit wesel• Kredit penjual
•
Kredit pembeli
• Aksep
2) Kredit
jangka panjang adalah kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun.
Termasuk dalam kredit jangka panjang :
•
Hipotik
•
Obligasi
• Kredit
bank
•
Kredit dari negara lain
Optimisasi
ModalSebagai pedoman untuk menentukan batas waktu antara kredit jangka pendek
dengan kredit jangka panjang adalah periode satu tahun. Untuk menentukan apakah
sebaiknya mengambil kredit jangka pendek atau kredit jangka panjang, perusahaan
harus memperhatikan faktor-faktor berikut ini :
1.
Bunga kredit jangka
pendekBiasanya, beban bunga kredit jangkapendek ini lebih besar daripada beban
bunga kredit jangka panjang
2.
Bunga kredit jangka panjang
3.
Bunga simpanan bankBunga
simpanan bank ini merupakan bunga yang diterima oleh seseorang apabila ia
menyimpankan uangnya di bank
4.
Jangka waktu pemakaian
modalJangka waktu pemakaian modal ini bisa dalam beberapa bulan atau biaslebih
dari satu tahun
5.
Jangka kritis Yang dimaksud
dengan jangka kritis adalah jangka waktu di mana penggunaan modal asing jangka
pendek biasanya (beban bunganya) sama besar dengan apabila preusahaan
menggunakan modal asing jangka panjangAdapun kriteria yang bisa dipakai untuk
menentukan apakah menggunakan kredit jangka pendek atau kredit jangka panjang
ada dua macam yaitu :
a.
Jangka kritis. Beban bunga Dari
segi beban bunga manakah yang lebih rendah, itulah yang dipakai. Dan harus
dihitung pula pemanfaatan modal atau simpanan yang diterima dari modal yang
tidak digunakan sejak berakhirnya jangka waktu penggunaan sampai dengan
berakhirnya masa kredit. Kredit Lembaga Keuangan Kredit yang diajukan oleh
perusahaan akan disetujui apabila perusahaan tersebut dianggap “layak” untuk
diberi. Hal ini harus dibuktikan dengan suatu studi kelayakan (feasibility
study) dan syarat-syarat lain yang biasa disebut dengan 4 C, yaitu :
1.
CapitalCapital atau modal ini merupakan salah
astu syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Untuk mendapatkan kredit
perusahaan sekurang-kurangnya harus memiliki modal sebesar 25% dari jumlah
kredit.
2.
CapabilityCapability ini
merupakan kemampuan perusahaan untuk mengangsur atau mengembalikan pinjaman dan
membayar bunga. Halini dapat dibuktikan dengan neraca perusahaan.
3.
CollateralCollateral ini
merupakan syarat di mana setiap kredit yang diterima perusahaan harus dijamin
dengan harta tetap sekurang-kurangnya bernilai 150% dari jumlah kredit.
4.
CharacterCharacter ini
dimaksudkan sebagai sifat pimpinan perusahaan karena dialah yang bertanggung
jawab terhadap pengembalian kredit. Kredit Kelayakan Kredit ini tidak harus
dijamin dengan harta tetap, cukup dengan surat perintah kerja (SPK) dari
pemberi kerja (bouwher). Besarnya kredit sangat terbatas, yaitu 30% dari
kontrak kerja yang ditandatangani. Likuiditas Dan Solvabilitas
a)
Likuiditas adalah kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya setiap saat.
Pada
pokoknya, kewajiban-kewajiban yang harus dapat dipenuhi oleh perusahaan ada dua
macam, yaitu :
Mampu
membayar utang-utangnya pada setiap saat ditagih. Kemampuan ini disebut
likuiditas badan usahab. Mampu membiayai operasi perusahaan sehari-hari.
Kemampuan ini disebut likuiditas perusahaanUntuk menentukan likuiditas dapatlah
digunakan dua rumus berikut, dengan mencari current ratio dan quick ratio.
Rumus
Current Ratio = Aktiva Lancar: Utang LancarRumus Quick Ratio = Aktiva Lancar –
persediaan : Utang Lancar
Aktiva
lancar adalah aktiva/kekayaanperuashaan yang dapat dengan segera dicairkan
dalam bentuk uang tunai.
Termasuk
dalam kategori aktiva lancar ini :
•
Kas
•
Bank
•
Surat-surat berharga
•
Piutang
•
Persediaan barang
Utang
lancar adalah semua utang jangka pendek perusahaan. Tujuan dari quick ratio
adalah untuk mengetahui jumlah kekayaan yang dapat dengan cepat dicairkan dalam
bentuk uang tunai.
b) Solvabilitas
adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semuautang-utangnya pada saat
perusahaan dilikuidasi/dibubarkan. Untuk menentukan solvabilitas dapatlah
digunakan rumus sebagai berikut :
Solvabilitas
= Total Aktiva : Total Utang
Utang
perusahaan yang dimasukkandalam rumus tersebut meliputi baik utang jangka
pendek (utang lancar) maupun utang jangka panjang. Sedangkan total aktiva
adalah semua kekayaan perusahaan, meliputi aktiva lancar dan aktiva tetap. Ini
dapat dilihat dalam neraca sisi debet. Apabila perusahaan mampu memenuhi semua
kewajibannya pada saat dibubarkan, berarti perusahaan tersebut dalam keadaan solvabel.
Sedangkan kalau perusahaan tidak mampu memenuhinya, dikatakan insolvabel. Dengan
demikian, ditinjau dari likuiditas dan solvabilitas, perusahaan mempunyai
beberapa kemungkinan :
a.
Solvable – likuid
b.
Insovabel – likui
dc.
Solvabel – illikuid
3. Pasar uang dan pasar modal
a.
Pasar
uang
Pasar UangPasar uang adalah suatu kelompok pasar
dimana instrumen kredit jangka pendek, yang umumnya berkualitas tinggi
diperjualbelikan. Fungsi pasar uang sebagai sarana alternatif bagi
lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan non keuangan untuk memenuhi
kebutuhan dana jangka pendek maupun untuk menempatkan dana atas kelebihan
likuiditasnya
1.
Ciri-ciri Pasar Uang-Menekankan pada pemenuhan
dana jangka pendek.-Mekanisme pasar uang ditekankan untukmempertemukan pihak
yang mempunyai kelebihan dana dan yang membutuhkan dana.-Tidak terikat pada
tempat tertentu seperti halnya pasar modal.-Pelaku Pasar Uang.-Bank.-Yayasan.-Dana
Pensiun.-Perusahaan Asuransi.-Perusahaan-perusahaan besar.-Lembaga
Pemerintah.-Lembaga Keuangan lain.-Individu Masyarakat.
2.
Kebutuhan Adanya Pasar UangAlasan kenapa pasar
uang dibutuhkan dalam sistem perekonomian adalah banyaknya perusahaan serta individu
yang mengalami arus kas yang tidak sesuai antara inflows dan outflows.
Misalnya, perusahaan melakukan penagihan dari klien pada periode tertentu dan
pada waktu yang lain ia harus mengeluarkan uang untuk menutupi biaya
operasionalnya.Untuk mengatasi masalah tersebut (perusahaan pada saat kasnya
mengalamidefisit), maka perusahaan tersebut sementara dapat memasuki pasar uang
sebagai peminjam dengan mencari lembaga keuangan atau pihak lain yang memiliki
surplus (kelebihan) dana. Selanjutnya, pada saat perusahaan tersebut mengalami
surplus dana, maka perusahaan tersebut menjadi kreditor dalam pasar uang untuk
memperoleh pendapatan daripada membiarkan danaya tak terpakai atau idle.
3.
Perbedaan dengan Pasar ModalPerbedaan antara pasar
modal dengan pasar uang adalah jangka waktunya. Dalam pasar uang,
diperdagangkan suratberharga berjangka waktu pendek, sedangkan dalam pasar
modal, diperdagangkan surat berharga berjangkawaktu panjang.
4.
Mekanisme Pasar UangPasar Uang berbeda dengan
Pasar Modal yang tradingnya dilakukan melalui Bursa atau Stock Exchange, Pasar
Uang sifatnya abstrak, tidak ada tempat khusus seperti halnya dengan Pasar
Modal, transaksi pada Pasar Uang dilakukan secara OTC (Over The Counter
Market), dilakukan olehsetiap peserta (partisipan) melalui Desk atau Dealing
Room masing-masing peserta.
5.
Fungsi Pasar Uang
·
Sebagai perantara dalam perdagangan surat-surat
berharga berjangka pendek.
·
Sebagai penghimpun danas berupa surat-surat
berharga jangka pendek.
·
Sebagai sumber pembiayaan bagi perusahan untul
melakukan investasi.
·
Sebagai perantara bagi investor luar negeri dalam
menyalurkan kredit jangka pendek kepada perusahaan di Indonesia.
·
Kebutuhan akan adanya pasar uang dilatar belakangi
adanya kebutuhan untukmendapatkan sejumlah dana dalam jangka pendek atau sifatnya
harus segera dipenuhi.
·
Dengan demikian pasar uang merupakan sarana
alternatif khususnya bagi lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan non
keuangan, dan peserta-peserta lainnya, baik dalam memenuhi kebutuhan dana
jangka pendeknya maupun dalam rangka melakukan penempatan dana atas kelebihan
likuiditasnya.Pasar uang juga merupakan sarana pengendali moneter (secara tidak
langsung) oleh otoritas moneter dalam melaksanakan operasi terbuka, karena di
Indonesia pelaksanaan operasi pasar terbuka oleh Bank Sentral yaitu
BankIndonesia dilakukan melalui pasar uang dengan Sertifikat Bank Indonesia
(SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) sebagai instrumennya.
6.
Peserta Pasar Uang-Lembaga keuangan-Perusahaan
besar-Lembaga pemerintah, dan-Individu-individu.
7.
Tujuan Pasar UangDari pihak yang membutuhkan dana
:-Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek-Untuk memenuhi kebutuhan
likuiditas-Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja-Sedang mengalami kalah
keliringDari pihak yang menanamkan dana :-Untuk memperoleh penghasilan dengan
tingkat suku bunga tertentu-Membantu pihak-pihak yang mengalami kesulitan
keuanganSpekulasi.
8.
Jenis-Jenis Resiko Investasi Dalam PasarUang
1)
Resiko Pasar (interest rate risk), yaitu resiko
yang berkaitan dengan turunnya harga surat berharga (dan tingkat bunga naik)
mengakibatkan investor mengalami capital loss.
2)
Resiko Reinvestment, yaitu resiko terhadap
penghasilan-penghasilan suatu aset finansial yang harus di re-invest dalam aset
yang berpendapatan rendah (resiko yang memaksa investor menempatkan pendapatan
yang diperoleh dari bunga kredit atau surat-surat berharga ke investasi yang
berpendapatan rendah akibat turunnya tingkat bunga.
3)
Resiko Gagal Bayar (default risk atau credit
risk), yaitu resiko yang terjadi akibatpeminjam (debitur) tidak mampu memenuhi
kewajibannya sesuai dengan yang diperjanjikan.
4)
Resiko Inflasi (resiko daya beli atau purchasing
power risk). Untuk menghadapi hal tersebut kreditur biasanya berusaha
mengimbangi proyeksiinflasi dengan mengenakan tingkat bunga yang lebih tinggi.
5)
Resiko Valuta (currency risk atau exchange rate
risk).
6)
Resiko Politik, ini berkaitan dengan kemungkinan
adanya perubahan ketentuan perundangan yang berakibat turunnya pendapatan yang
diperkirakan dari suatu investasi atau bahkan akan terjadi kerugian total dari
modal yang diinvestasikan.
7)
Marketability atau Liquidity Risk, ini dapat
terjadi apabila instrument pasar uang yang dimiliki sulit untuk dijual kembali
sebelum jatuh tempo. Sulitnya menjual kembali surat berharga tersebut memberi
resiko untuk tidak dapat mencairkan kembali instrument pasar uang dalam bentuk
uang tunai pada saat membutuhkan likuiditas sebelum jatuh tempo.
9.
Instrumen Pasar Uang-Interbank call
money-Sertifikat Bank Indonesia (SBI)-Sertifikat Deposito-Surat Berharga Pasar
Uang (SBPU)-Banker’s Acceptance-Commercial Paper-Treasury Bills-Repupuchase
Agreement
b.
Pasar
modal
Pasar ModalPasar modal adalah lembaga keuangan
yang mempunyai kegiatan berupa penawaran dan perdagangan efek (surat berharga).
Pasar modal juga merupakan lembaga profesi yang berkaitan dengan transaksi jual
beli efek dan perusahan publik yang berkaitan dengan efek. Dengan demikian
pasar modal dikenal sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli modal/dana.
Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai
instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam
bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah,
public authorities, maupun perusahaan swasta.Pasar modal memberikan berbagai
alternatif untuk para investor selain berbagai investasi lainnya, seperti:
menabung di bank, membeli tanah, asuransi, emas dan sebagainya.
Pasar modal merupakan penghubung antara investor
(pihak yang memiliki dana) dengan perusahaan (pihak yang memerlukan dana jangka
panjang) ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui
jangka panjang, seperti surat berharga yang meliputi surat pengakuan utang,
surat berharga komersial (commercial paper), saham, obligasi, tanda bukti
hutang, waran (warrant), dan right issue. Pasar modal juga merupakan salah satu
cara bagi perusahaan dalam mencari dana dengan menjual hak kepemilikan
perusahaan kepada masyarakat.
a.
Fungsi Pasar Modal
Pasar modal sebagai tempat bertemunya pihak yang
memiliki dana dengan pihak memerlukan dana jangka panjang (perusahaan),
mempunyai dua fungsi yaitu: ekonomi dan keuangan. Di dalam ekonomi, pasar modal
menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari pemilik dana ke pihak yang
memerlukan dana jangka panjang. Dengan menginvestasikan dananya para pihak
pemilik dana mengharapkan adanya imbalan atau return dari penyerahan dana
tersebut. Sedangkan bagi perusahaan sebagai pihak yang memerlukan dana jangka
panjang, adanyadana dari luar dapat digunakan untuk usaha pengembangan usahanya
tanpa menunggu dana dari hasil operasi perusahaannya. Di dalam keuangan, dengan
cara menyediakan dana yang diperlukan oleh perusahaan atau pihak yang
memerlukan dana dan para pemilik dana tanpa harus terlibat langsung dalam
kepemilikan aktiva riil.
b.
Instrumen Pasar Moda
1)
SahamSaham adalah tanda penyertaan modal pada
suatu perusahaan perseroan terbatas. Manfaat yang diperoleh dari pemilikan
saham adalah deviden (bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik
saham); capital gain (keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli
dan harga jual saham), dan manfaat nonfinansial, yaitu mempunyai hak suara
dalam aktivitas perusahaan.Saham yang diterbitkan emiten (pihak yang melakukan
penawaran umum) ada 2macam, yaitu saham biasa (common stock) dan saham istimewa
(preffered stock). Perbedaan saham ini berdasarkan pada hak yang melekat pada
saham tersebut. Hak ini meliputi hak atas menerima deviden, memperoleh bagian
kekayaan jika perusahaan dilikuidasi setelah dikurangi semua
kewajiban-kewajiban perusahaan.
2) ObligasiObligasi
adalah surat pengakuan hutang suatu perusahaan yang akan dibayar padawaktu
jatuh tempo sebesar nilai nominalnya. Penghasilan yang diperoleh dari obligasi
berupa tingkat bunga yang akan dibayarkan oleh perusahaan penerbit obligasi
tersebut pada saat jatuh tempo.
3) Surat
Berharga LainnyaSelain dari dua jenis efek yang telah diuraikan di atas yang
sudah banyak digunakan sebagai media hutang di bursa efek Indonesia, terdapat
beberapa jenis efek yang juga dapat digunakan sebagai media hutang, seperti
warrant, option danright issue. Warrant adalah surat berhargayang dikeluarkan
oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham
perusahaan dengan persyaratan yang telah ditentukansebelumnya. Persyaratan
tersebut biasanya mengenai harga, jumlah, dan masa berlakunya warrant tersebut.
Option adalah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh seseorang/lembaga (tetapi
bukan emiten) untuk memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham (call
option) dan menjual saham (put option) pada harga yang telah ditentukan
sebelumnya. Right Issue adalah surat yang diterbitkan oleh perusahaan yang
memberikan hak kepada pemegangnya (pemilik saham biasa) untuk membeli tambahan
saham pada penerbitan saham baru.
c.
Jenis Pasar ModalBerdasarkan fungsinya, pasar
modal dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu: pasar perdana dan pasar
sekunder.
1.
Pasar PerdanaPasar perdana adalah penjualan
perdana efek atau penjualan efek oleh perusahaan yang menerbitkan efek sebelum
efek tersebut dijual melalui bursa efek
2.
Pasar SekunderPasar sekunder adalah penjualan efek
setelah penjualan pada pasar perdana berakhir.
d.
Pelaku Pasar Modal
1.
EmitenEmiten adalah perusahaan yang menjual
pemilikannya kepada masyarakat (go public). Ada beberapa tujuan suatu
perusahaan yang go public, yaitu : memperoleh tambahan dana yang digunakan dalam
perluasan usaha, melakukan pengalihan pemegang saham, dan mengubah/ memperbaiki
komposisi modal.
2.
InvestorInvestor (pemilik dana atau pemodal)
adalah badan atau perorangan yang membeli pemilikan suatu perusahaan go public.
Pemodal perorangan adalah orangatau individu yang atas namanya sendiri
melakukan penanaman modal (investasi), sedangkan pemodal badan (lembaga) adalah
investasi yang dilakukan atas namalembaga, seperti perusahaan, koperasi,
yayasan, dana pensiun, dan lain-lain. Segala keuntungan dan risiko atas efek
yang dibeli atas nama lembaga merupakan hak dan beban lembaga tersebut. Dalam
suatu perusahaan yang go public, investor pertama adalah pemegang saham
pendiri. Sedangkan pemegang saham yang kedua adalah pemegang saham melalui
pembelian saham pada penawaran umum di pasar modal.
3.
Lembaga PenunjangLembaga Penunjang berfungsi
sebagai penunjang atau pendukung bekerjanya pasar modal. Lembaga penunjang
tersebut yaitu:a) Penjamin Emisi (Underwriter)b) Penanggung (Guarantor)c) Wali
Amanat (Trustee)d) Perantara Perdagangan Efek (Broker, Pialang)e) Pedagang Efek
(Dealer)f) Perusahaan Surat Berharga (Securities Company)g) Perusahaan
Pengelola Dana (invesment Company)
4. Penganggaran modal
a. Pengertian penganggaran modal
Penganggaran modal (Capital Budgeting) adalah
proses kegiatan yang mencakup seluruh aktivitas perencanaan penggunaandana
dengan tujuan untuk memperoleh manfaat (benefit) pada waktu yang akan datang.
Penganggaran modal berkaitan dengan penilaian aktivitas investasi yang
diusulkan. Aktivitas suatu investasi ditujukan untuk mencapai tujuan yang
diharapkan selama periode tertentu di waktu yang akan datang, yang mempunyai
titik awal (kapan investasi dilaksanakan) dan titik akhir (kapan investasi akan
berakhir).
Penganggaran modal meliputi seluruh periode
investasi yang mencakup pengeluaran-pengeluaran (cost) dan manfaat (benefit)
yang dikuantifikasi, sehingga memungkinkan untuk diadakan penilaian dan
membandingkannya dengan alternatif investasi lainnya.Penganggaran modal dalam
prakteknya dimaksudkan untuk mengadakan analisis investasi dari beberapa
alternatif investasi yang tersedia, untuk kemudian menetapkan atau memilih
investasi yang paling menguntungkan. Ketidaktepatan dalam menetapkan pilihan
investasi akan menimbulkan kerugian-kerugian baik kerugian ril ataupun kerugian
karena kehilangan kesempatan untuk memperoleh manfaat yang lebih menguntungkan
(opportunity cost) yang sebenarnya dapat diwujudkan. Analisis investasi akan
menyeleksi kesempatan-kesempatan investasi yang ada, sehingga dapat dipilih
investasi yang memberikan manfaat terbesar dari setiap rupiah dana yang
diinvestasikan.
b. Manfaat penganggaran modal
Manfaat Penganggaran Modal:
·
Untuk mengetahui kebutuhan dana yanglebih
terperinci, karena dana yang terikat jangka waktunya lebih dari satu tahun.
·
Agar tidak terjadi over invesment atau under
invesment.
·
Dapat lebih terperinci, teliti karena dana semakin
banyak dan dalam jumlah yang sangat besar.
·
Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision
making.
c. Metode analisis penganggaran modal dan
penerapannya
1)
Playback
Periode Jangka waktu yang diperlukan untuk
mendapatkan kembali jumlah modal yang ditanam, semakin cepat modal dapat
diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang harus diambil/ dihadapi
(Periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang diinvestasikan akan bisa
kembali)Kebaikan: sangat mudah diterapkanKelemahan :•tidak memperhatikan time
of money value•tidak memperhatikan cash in flow setelahmasa payback sehingga
tidak bisa digunakan sebagai alat ukur.Rumus:Payback periode =jumlah investasi * 1 tahunProceedjika
payback periode > umur ekonomis, investasi ditolakjika payback periode <
umur ekonomis, investasi diterima
2)
Net Present Value (NPV)
Metode penilaian investasi yg menggunakan
discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai waktu uang pada aliran kas yg
terjadi sekarang dengan arus kas keluar yang akan diterima pada masa yang akan
datang).Kebaikan :•memperhitungkan time value of money•memperhitungkan seluruh
cash flow selama usia investasiKelemahan : dalam membandingkan dua investasi
yang sama modalnya, nilai tunai netto tidak dapat digunakan sebagai
pedoman.Rumus :NPV = PVNCF – PVNOLLangkah – langkah :
·
Tentukan discount rate yang digunakan berdasarkan
biaya modal atau Required Rate Of
Return.
·
Menghitung present value dari net cash flow.
·
Menghitung present value dar net outlay.
·
Menghitung present value dengan mengurangkan PVNCF
dengan PVNOL.
·
Kriteria :Jika NPV (+), investasi diterima.Jika
NPV (-), investasi ditolak.
3)
Internal Rates Of Return (IRR)
Tingkat pengembalian yang dihasilkan atas suatu
investasi atau discount rate yang menunjukkan present value cash flow = present
value outlay. IRR yang didapat dibandingkan dengan biaya modal yang ditanggung
peruusahaan.IRR=I2+NPV2x(i2 – i1)NPV1 - NPV2Di mana:I1= tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang
menghasilkan NPV1)I2= tingkat bunga 2
(tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2)NPV1= net present value 1NPV2= net present value 2Jika IRR > I, investasi
diterimaJika IRR < I, Investasi ditolak4.Profitability IndexMembagi nilai antara
sekarang arus kas masuk yang akan datang diterima diwaktu yang akan datang
dengan arus kas keluar.Rumus :Profitability Index =
PV. ProceedPV.outlayJika PI > 1, investasi diterimaJika PI < 1,
investasi ditolak5.Accounting Rate of ReturnMendasarkan pada keuntungan yang
dilaporkan dalam buku/reported acc.Income. Metode ini menilai suatu dengan
memperhatikan rasio antara rata-rata dengan jumlah modal yang ditanam (initial
investment) dengan ratio antara laba bersih dengan rata-rata modal yang ditanam.Kebaikan
: terletak pada kesederhanannya yang mudah dimengerti karena menggunakan data
akuntansi yang tersedia.Kelemahan :•Tidak memperhatikan time of money
value•Untuk proyek yang ada rata-rata laba bersihnyaRumus:ARR =Jumlah EATx 100%Investasijika ARR >
100%, investasi diterimajika ARR < 100%, investasi ditolak.
d. Aliran Kas
Di dalam melakuan analisa capital budgeting diperlukan estimasi arus
kas. Dimulai dari investasi awal hingga proyek itu berjalan. Pada tahap awal
kas perusahaan masih negatif karena perusahaan hanya mengeluarkan dana untuk
pelaksanaan proyek tersebut, setelah proyek tersebut selesai dan arus kas akan
menjadi positif akibatnya adanya penghasilan yang dihasilkan dari investasi
tersebut.
Masalah Dalam Menghitung Aliran Kas:Perusahaan
mengharapkan akan menghasilkan arus kas yang lebih besar daripada sebelum
melakukan suatu investasi. Di dalam capital budgeting ini disebut sebagai arus
kas tambahan (incremental cash flow).
Incremental cash flow ini yang digunakan untuk menghitung atau
menganalisa kelayakan suatu proyek dengan metode net present value. Empat (4)
hal yang harus diperhatikan di dalam menentukan arus kas tambahan yaitu (Ross,
2008):
·
Sunk Cost
Pengeluaran yang telah terjadi di masa lalu, yang tidak terpengaruh oleh
keputusan menerima atau menolak suatu proyek.
·
Opportunity Cost
Biaya yang timbul karena perusahaan kehilangan kesempatan menerima suatu
pendapatan karena aset perusahaan digunakan pada proyek yang lain.
·
Side Effect
Dapat diklasifikan sebagai
erosion atau synergy. Erosion terjadi ketika produk baru menurukan
cash flow sedangkan synergy terjadi sebaliknya.
·
Allocated Cost
Dilihat sebagai pengeluaran kas jika terjadi kenaikan cost pada proyek.
Arus kas dalam suatu proyek terdiri atas beberapa
komponen yaitu:
·
Initial investment (Investasi awal): Semua
pengeluaran yang digunakan untuk membiayai proyek tersebut.
·
Free Cash Flow Arus kas bersih yang dapat
dihasilkan selama proyek tersebut berlangsung. Yang diperhitungkan disini
adalah selisih arus kas masuk dan keluar (pendapatan dan biaya) setelah
dikurangi pajak dan tidak memperhitungkan bunga dan depresiasi.
·
Terminal Value Arus kas yang dihasilkan jika pada
akhir periode, investasi tersebut dijual. Nilai ini adalah nilai bersih dari
penjualan tersebut
5. Nilai waktu uang
1.
Definisi Nilai Waktu Terhadap Uang
Nilai waktu terhadap uang adalah nilai uang dari
beberapa waktu yang berbeda, yakni antara nilai uang dimasa depan atau nilai
uang saat ini. Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh manajer keuangan dalam
mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva
danpengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan
di pilih. Suatu jumlah uang tertentu yang di terima waktu yang akan datang
jikadi nilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus di diskon dengan tingkat
bunga tertentu (discountfactor).
Tentunya hal ini akan sangat membantu kita dalam
perencanaan-perencanaan dimasa mendatang. Banyak hal yang dapat kita
perhitungkan menggunakan rumus-rumus dari perhitungan present value, future
value, present anuity dan future anuity seperti merencanakan tabungan
pendidikan untuk anak-anak dan tabungan masa depan.Konsep nilai waktu dari uang
adalah bahwasetiap individu berpendapat bahwa nilai uang saat ini lebih
berharga daripada nanti.
Sejumlah uang yang akan diterima dari hasil
investasi pada akhir tahun, kalau kita memperhatikan nilai waktu uang, maka
nilainya akan lebih rendah pada akhir tahun depan. Jika kita tidak
memperhatikan nilai waktu dari uang, maka uang yang akan kita terima pada akhir
tahun depan adalah sama nilainya yang kita miliki sekarang. Yang digunakan:
Pv
= Present Value (Nilai Sekarang)
Fv
= Future Value (Nilai yang akan
datang
)I
= Bunga (i = interest/suku bunga)
n
= Tahun ke-An =
Anuity
SI
= Simple interest dalam rupiah
P0 = Pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan
pada periode waktu
Dari pengertian di atas kita dapat menyimpulkan
bahwa ada beberapa bahasan pokok yang harus kita mengerti sebelumnya untuk
mengetahui materi lebih dalam lagi diantaranya Present Value,Future Value,
Anuitas dan yang tidak kalah pentingnya adalah bunga yang digunakan dalam
penentuan perhitungannya.
2.
Bunga
Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal
jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat
kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan atau sejumlah uang
yang dibayarkan atau dihasilkan sebagai kompensasi terhadap apa yang dapat
diperoleh dari penggunaanuang.
Ada dua
jenis bunga yang umum danjuga digunakan dalam perhitungan presentataupun future
value yakni Bunga tunggal, Bunga
majemuk.Bunga sederhana (simple interest) adalah bunga yang
dibayarkan/dihasilkan hanya dari jumlah uang mula-mula atau pokok pinjaman yang
dipinjamkan atau dipinjam atau bunga yang dibayar satu kali dalam setahun.
Rumus : SI = P0(i)(n)Bunga majemuk atau (compound
interest) adalah bunga yg dibayarkan/dihasilkan dari bunga yg dihasilkan
sebelumnya, sama seperti pokok yang dipinjam/dipinjamkan atau bunga dibayar
lebih dari1 kali.
3.
Future ValueDigunakan untuk menghitung nilai
investasi yang akan datang apabila uang tersebut diberikan sekarang berdasarkan
tingkat suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode tertentu kemudian
definisi lain dari future value adalah nilai uang yang akan datang dari satu
jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yang dievaluasi
dengan suatu tingkat bunga tertentu
Perhitungan Future Value Dengan Bunga TunggalKita
dapat menggunakan rumus di bawah ini:FV = PV (1 + i)nketerangan:FV= nilai future
valuePV= nilai saat inii= bungan= jangka waktub.Perhitungan Future Value Dengan
Bunga MajemukKita dapat menggunakan rumus di bawah ini:FV = PV (1 + i / m)m x
nKeterangan:FV= nilai future valuePV= nilai saat inii= bungan= jangka waktum=
periode yang dimajemukkan
4.
Present ValueDigunakan untuk mengetahui nilai
investasi sekarang dari suatu nilai dimasa datang ataupun lebih sederhananya
lagi menghitung nilai tunai sekarang dari sejumlah uang yang akan diterima
dalam suatu periode di masa yang akan datang.a.Perhitungan Present Value Dengan
Bunga TunggalKita dapat menggunakan rumus di bawah ini:PV = FV / (1 +
i)nKeterangan:PV= nilai saat iniFV= nilai future valuei= bungan= jangka
waktub.Perhitungan Present Value Dengan Bunga MajemukKita dapat menggunakan rumus
di bawah ini:PV = FV / (1 + i/m)m x nKeterangan:PV= nilai saat iniFV= nilai
future valuei= bungan= jangka waktum= periode yang dimajemukkan.
5.
AnuitasAnuitas adalah suatu rangkaian penerimaan
atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu.
Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi
memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda
bayar.Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai
dari suatu saham preferen. Ada dua jenis anuitas:
1)
Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang
pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode
2) Anuitas
jatuh tempo (due) adalah anuitasyang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di
awal periode.
6.
Nilai Sekarang Anuitas (Present Value
Annuity)Nilai Sekarang Anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah
dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan.
Dengan kata lain, jumlah yang harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu
untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu
tertentu.
1)
Anuitas AbadiAnuitas abadi adalah serangkaian
pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akanberlangsung terus menerus.PV
(Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMTTingkat suku bunga iObligasi terusan adalah
sebuah obligasi terbitan pemerintah inggris untuk mengkonsolidasikan
utang-utang masa lalu, dengan kata lain consol adalah obligasi terusan.
2) Pinjaman
yang DiamortisasiSalah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah
pinjaman yang dibayarkan secara dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di
dalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan
pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan
obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang
sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut
juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).
Komentar
Posting Komentar